oleh RifQi Roushan Gscr
Matahari mulai ngelunjak tak mau memancarkan sinarnya yang begitu terik menyengat ubun-ubun ,pancaran panorama pun sedikit terganggu tanpa hadirnya cahaya mentari, hembusan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan jiwa menghapuskan semua kegundahan,semua keluhan makhluk tuhan ,semuanya tak terpedulikan, penyejuk hati pun hadir di tengah keterpurukan yang hampir membuat pasrah hidup.Tidaaakkk!!!kemana semua kesejukan itu??hilang dengan sekejap terhapus oleh suara gaduh yang meresahkan hati,keindahanpun tak terasakan lagi karna cemaran suara anak-anak yang memekakan telinga,suara anak-anak santri yang akan bermain bola dengan suara gaduh langkah lari mereka .”Bebassss……”salah satu dari mereka berteriak dengan begitu nyaringnya entah apa yang membuat ia berteriak begitu ,aku kembali merenung. Ohhh…aku baru ingat mengapa anak tadi berteriak begitu,aku baru ingat kalau hari ini hari terakhir ujian semester genap dan selesai lah semua tantangan di kelas 2 smp ku ini,perasaan bahagia pun kembali bangkit dalam jiwa ku,teman-teman ku tadi ingin main bola sepuasnya dan aku baru ingat pesan ibu jika ujian telah usai aku harus memberi kabar kepada beliau.Tanpa basa basi kaki ku melangkah kea rah wartel pondok tanganku langsung menekan-nekan tombol telepon genggam seperti tak sadarkan diri ,ku tempelkan ke telinga.”tuuttt..”terdengar suara yang bertanda bahwa nomer ibuku bisa di hubungi.”Alhamdulillah,” syukur ku dalam hati.”Waalaikumussalam” jawab ku setelah ibu mengucap kan salam.
“Ini Fathi ,Bu.”
“Ujiannya lancar ,Bu.Kabar ibu sama keluarga gimana?”
“Hah?Shofi sakit,Bu??sakit apa?” ucap ku kaget dan hati ku mulai gelisah.
“DBD ,Bu??ko bisa?terus sekarang keadaanya gimana,Bu?” diam sesaat tak ada suara dari seberang sana,tak ada satu kata pun yang terlontar dari mulut ibu menandakan ada sesuatu yang mengganjal.
“Bu,Bu…kenapa ,Bu?” diriku mulai panik.
“Hah?masa kritis, Bu?Masya Allah…” tak sadar kan diri tetes demi tetes air mata keluar dari kelopak mataku.
“Iya ,Bu pasti Fathi do’ain,ibu yang sabar ya!!”
“Wa’alaikumussalam.” Ibu langsung mengucapkan salam dan mengakhiri pembincaraan suaranya terdengar terisak-isak,sepertinya keadaan adik ku shofi sangat memprihatinkan.hati yang tadinya gembira terhapus kembali oleh keresahan,rasa yang begitu khawatir muncul begitu saja takut akan sesuatu yang tak di inginkan menimpa adik ku Shofi.Aku mulai berdo’a dalam hati . Ku langkah kan kaki menuju pulau kapuk ku rebahkan diri untuk menenangkan diri dan berusaha menghilangkan rasa kegelisahan,tak lama kemudian aku pun tertidur pulas.
Keharmonisan,kesejahteraan,dan keakraban tercipta dalam satu keluarga besar yang berkumpul dalam suatu ruang yang begitu luas dan tercipta kebahagiaan menghiasi hati setiap anggota keluarga yang berada di dalam tempat itu. Canda,tawa,dan celotehan anak kecil melengkapi semuanya,semua keluargaku hadir tak terkecuali adik ku Shofi yang sedang sakit,ia terlihaat segar bugar dan sehat kembali seperti tak habis sakit. Semua pun terlarut dan tenggelam dalam indahnya kebahagiaan .Tiba – tiba saja adik ku Shofi pergi meninggalkan tempat itu ,ia tak pamit tak juga ada yang mengetahui kepergian Shofi hanya aku yang menyadari itu ,ku ikuti langkah adik ku dia pergi ke kamarnya dan aku pun menunggunya di luar. Lama sekali aku tak melihatnya keluar aku menunggu dengan sabar dan akhirnya ia pun keluar tapii….aku bengong melihat penampilanya semua pakaiannya berwarna putih menutupi sekujur tubuhnya dengan raut muka yang mengasingkan ,matanya terus terpandang ke depan dan tak berkedip ada rasa yng mengganjal dalam diriku seolah menandakan akan terjadi sesuatu yang menyedihkan,setelah ia keluar kamar ia meneruskan langkah kakinya.Ia keluar,ya..keluar rumah dengan wajah tanpa dosa aku pun memutus kan untuk mengikutinya terus kemanapun ia pergi karna aku khawatir akan terjadi sesuatu pada adik ku ,ia terus berjalan tak pandang sesuatu dan tak peduli apa yang ada di depanya sampai aku tak sadarkan diri bahwa aku telah berada di tempat yang teramat sepi ,hutan yang lebat dan tak ada makhluk satupun kecuali aku dan adik ku,aku pun mulai takut ,perasaan ku mulai tak tenang aku sudah tak tahan berada di tempat ini aku hendak berteriak memanggil adik ku,tapi…ohh..aku mengurungkan niat ku itu aku terbengong-bengong melihat adik ku berjalan menuju kuburan yang asing ,dan ia pun mendekatinya ,sebelum ia dekat dengan kubuan itu aku pun memanggilnya tanpa ada rasa ragu.”Shofiii….kamu mau kemana??ayo kita pulang!!” teriak ku memanggil nya tapi tak ada respons sma sekali.
“Shofi ini udah malem,kamu ngapain??” panggil ku kembali.
Akhirnya ia pun menjawab di sertai gelengan kepala.”Aku mau pulang,A” sambil menunjuk kuburan itu.
Hah??pulang??mengapa dia bilang kalau dia akan pulang?aku semakin tak mengerti.
“Pulang ,De??rumah kita bukan disini .tapi disana” jawab ku sambil menunjuk kea rah selatan.
“Ngga,A” menggelengkan kepala.”sekarang rumah ku disini dan kita telah berbeda dunia,kita beda ,A..sampaikan salam ku kepada ibu dan bapak dan keluarga lainnya .Selamat tinggal,A jaga dirimu baik-baik dan suatu saat nanti kau pasti menyusulku di rumah ini” memalingkan muka dan terus mendekati kuburan itu.
“Tapi ,De…..” tak sempat aku meneruskan ucapan ku adik ku menghilang begitu saja dan tak tahu kemana ia pergi. Aku pun mendekati kuburan itu ,dan aku pun kaget setengah mati melihat tulisan di batu nisan kuburan itu.
“SHOFIURRAHMAN WAFAT 12.06.09”
Hah??itu kuburan Shofi??dia sudah meniggal??tidak…tidak…tidak mungkin ,adik ku masih ada dan dia belum meninggal,tak kuasa air mata mengalir deras dari mataku dan aku pun berlari menuju rumah.
Aku heran!!heran mengapa banyak sekali orang di rumah ku,orang-orang yang aku kenal dan yang tidak aku kenal.Apa yang terjadii? Aku bertanya-tanya dalam hati…aku terus melangkah menuju dalam rumah , orang-orang itu menatap ku dengan tatapan menyedihkan,aku pun telah sampai di ruangan tengah rumah dan air mataku menambah deras melihat sekujur badan berselimut kain kafan putih terkujur kaku.Siapa itu??siapaa??apakah itu Shofi?aku terus bertanya-tanya dalam hati.
“Thi…Thi…bangun Thi…kamu kenapa??” Ahmad membangunkan ku dari mimpi buruk .
“Kamu kenapa? Mimpi buruk?? Tanya Ahmad kepadaku dan aku pun mengangguk.Lalu Ahmad pun pergi dan tak lama kemudian ia pun kembali sembari membawa segelas air putih dan menyodorkannya kepadaku.
“Nih Thi minum dulu biar tenang”
“Makasih…”
“Ya,sama-sama ,mimpi apa tadi,Thi?” Aku tak kuasa untuk menceritakan kepada Ahmad.
“Ya..gitu deh,mimpi buruk. Mimpi buruk ga boleh di certain,kantin yukk!!lapar nihh”
“Ayoo..eits tapi kamu kan belum solat dhuhur..sholat dulu gih!!!...”
“Oh..iya ya,aku kan belum solat..yaudah tunggu bentar aku solat dulu…”
“Siiipp…cepat ya!!laper niihh…”
“Yyyee…solat mah jangan di buru-buru nantinya ga khusuk ..”
“Hahahaha….yaudah aku nunggu sabar”
Tak lama kemudian aku pun selesai melaksanakan solat dzuhur ,aku dan Ahmad pun langsung menuju kantin pondok. Nikmatnya makan bakso sambil melihat pemandangan gunung batu pada siang hari, tak kalah indah dengan gunung ciremai dan gunung-gunung besar lainya . Kenikmatan terhenti sesaat ,ketika ada seseorang yang menghampiriku dan ternyata itu ustadz Anton ,ustadz yang termasuk dalam katagori ustadz menyeramkan ,karena selama ini dial ah yang mengungkap kasus-kasus santri di pondok ini.DIa menghampiriku entah apa yang aku perbuat sampai beliau rela-relanya mencariku dan menghampiriku di kantin.Aku pun menundukkan kepala.
“Thi,nanti kamu pulang ,ya!!” hah?aku di suruh pulang??ga salahh?aku pun tenang ternyata ustadz Anton menghampiriku bukan untuk suatu kasus.Tapi…kenapa aku di suruh pulng dengan begitu saja,tanpa sebab pula.
“Pulang,Tad?pulang kenapa?kok tiba-tiba ustadz nyuruh saya pulang?
“Ustadz tidak tahu,tadi bapak kamu nelpon katanya kamu di suruh pulang cepat,tapi nanti uwak kamu jemput kesini” jelas Ustadz Anton.
“oh,iya ,Tad ..nanti kalau uwak jemput saya langsung pulang,makasih tad informasinya ,di kira saya ustadz mau menyampaikan kasus ..hehehe.”
“Hahaha..kamu kira saya mau nyidang kamu ,ya?”Canda dan tawa pun menghiasi di antara aku,Ahmad dan ustadz Anton,karena baru kali ini saja aku melihatnya tertawa dan bercanda dengan santrinya ,aku merasa senang dan bangga karna bisa membuat ustadz yang selama ini bermuka seram dan di takuti oleh semua santri tertawa lepas,ternyata dalam lubuk hatinya yg paling dalam beliau itu sangat baik sekali,tapi anak-anak saja yang selalu menganggap ustadz Anton itu menyeramkan.Tapi hati ku masih di selimuti oleh kegelisahan.
“Ki ,enak nih pulang!!” sindir Ahmad kemudian.
“Enak sih enak tapi aku masih khawatir niih”
“Yaa..berdo’a aja moga ga terjadi apa-apa ,balik yuk!!ajak ahmad kemudian…
“Yukk!!!”
Langkahku terasa berat ,dan kegundahan masih menyelimuti ku teringat siang ini aku harus mencuci pakaian kotorku yang menumpuk dan tadi pagi telah aku rendam,hampiir saja aku lupa.Aku bergegas ke kamar mandi tempat di mana aku menyimpan rendaman pakaian ku yg kotor dan menumpuk ,ku mulai proyek ku untuk memberantas semua kuman ya ng ada pada baju dan pakaian yang lainya dan tak lama kemudian proyek itu pun selesai ,kumanpun mati.Selesai memberantas kuman aku mulai proyek yang selanjutnya mematikan kuman-kuman yang masih tersisa dengan cara memamerkan kepada sinar matahari yang begitu menyengat dan akan memakan kuman-kumannya dan mengeringkan pakaian ku.satu per satu aku menjemur pakaian ku sampai akhirnya aku menjemur celana ku yang berwarna putih itu pakaian yang terakhir yang aku jemur dan selesai lah sudah proyek ku hari ini.Aku pun beranjak dari tempat jemuran,baru beberapa langkah tiba-tiba terdengar suara pakaian jatuh,aku langsung melihatnya ,dan ternyata celana putih ku yang jatuh secara tiba-tiba,pdahal tak ada angin dan tak ada sesuatu yang membuat pakaian itu jatuh.Aku pun mulai berfikir yang aneh-aneh ,apakah ini suatu firsat??firsat yang tidk baik,mengapa akhir-akhir ini aku sering melamun dan memikirkan sesuatu yang tidak-tidak??. Tanpa berfikir apa-apa lagi aku langsung mengambil celananya dan membersihkan sebentar lalu menjemurnya kembali.Aku kembali ke kamar dan kembali menuju pulau kapuk yang begitu empuk ku rebahkan kembali tubuh ku yang tak berdaya dan mulai memikirkan hal-hal yang buruk dan lkembali teringat mimpi ku siang tadi aku kembali teringat adik ku Shofia yang sedang sakit DBD dan mengalami masa kritis saat ini itu lah yang selama ini membuat ku khawatir dan yang membuat aku berfikir yang aneh-aneh,aku takut kehilangan adik ku tercinta.Lalu aku pun terfikirkan untuk menghubungi ibu dan menanyakan apakah ada sesuatu yang terjadi?? Aku langsung pergi ke kamar ustadz untuk meminjam handphonnya dan menghubungi ibu.
“Assalamu’alaikum..tok..tok..tok.” ucap ku sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar.
“Ya,silahkan masuk.”terdengar suara di dalam sana.
“Tad,bisa pinjam hp nya sebentar..” pintaku dengan tergesa-gesa dan panic.
“Oh..ya silahkan ,kamu kenapa?”. Tanya ustadz Syuhada.
“ngga kenapa-napa ko,Tad.” Jawabku dengan suara panic.
Setelah ustadz Syuhada meminjamkan hp nya aku pun lngsung mnghubungi ibu kembali dan menekan-nekan keypad hp dan menekan nomor ibu ku.”tuuuttt….” akhirnya nyambung juga tapi lama sekali ibu mengangkatnya tiba-tiba saja .”tulalit…tulalit…”kenapa ibu menolak telponnya ya,ku coba kembali untuk menghubungi ibu tapi tetap saja hasilnya nihil ibu tetap tidak mau menerima telpon dari ku. Aku pun menyerah tak mau lagi mencoba menghubungi ibu ,sepertinya memang ada sesuatu yang terjadi .
Hari sudah mulai sore awan pun terlihat kusam tak bercahaya terang seperti tdi siang dan suara adzan pun bergema di alam semesta bertanda bahwa waktu ashar telah tiba semua penghuni pondok pesantren Al-hikmah Cirebon pun mempersiapkn dirinya untuk melaksanankan kewajiban sebagai umat muslim.Aku pun demikian mengikuti apa yang mereka lakukan karna aku seorang muslim yang insya Allah taat.Selesai sudah ritual ibadah umat muslim pada sore hari di pondok pesantren ini dan setelah itu para santri melanjutkan aktivitas setelahnya yaitu thfidz qur’an,karena pesantren ini mengunggulkan tahfidz yaitu hafalan qur’an.Semua santri wajib mengikuti program pesantren ini dan aku pun demikian,sore itu saat aku khusyuk menghafal qur’an tiba-tiba ada yang memanggil ku.
“Thi..ada yang nyariin kamu.” Ucap Ilham kepada ku dengan nafas tersenggal-senggal karena mungkin capek hbis lari.
“Siapa?”jawabku seolah aku sudah tau yang mencari ku itu siapa.
“Katanya sih uwak kamu ,Thi..” ternyata dugaan ku benar,uwak ku sudah datang untuk menjemputku pulang.
“Di mana?”
“Tuh di tempat parkir.”
“Oh..makasih ,Ya.”
“Yo,sama-sama”
Qur’an yang aku pegang tadi tiba-tiba jatuh begitu saja,dan tanpa sadarkan diri aku mengambil mushaf nya dan lalu menyimpan di tempat semula,setelah meletakkan qur’an aku berjalan menghampiri uwak ku di tempat parkir.Aku melihat ada sesuatu yang aneh di raut wajah uwak ku,seperti habis menangis,dengan pura-pura tidak tahu aku pun bertanya.
“Uwak kenapa?”
“Ngge kenapa-napa ,Thi.tdi uwak habis ngiris bawang.”suaranya terdengar gugup seperti menyembunyikan sesuatu dan alasannya pun seperti alas an anak kecil saja ,alas an yang sudah basi.
“Wa,kenapa sih Fathi di suruh pulang?” Tanya ku kemudian.
“Ngg…ngg…itu,,itu katanya teteh mau liburan sama kamu ,baru pulang dari Batam.”
“Teteh?kok sudah pulang?emang libur?”
“Ia katanya dia ngambil cuti buat liburan sama keluarga lagian juga teteh udh selesai ko ujiannya,jadi ga ada beban.” Ucap uwak masih dengan gugup.
“Oh,gitu ya,Wa.”
“Yaudah kamu siap-siap dulu sana.”
“Oh,iya wa ,aku siap-siap dulu deh..”
Aku pergi ke kamar dan siap untuk berkemas ,tapi,,task u hilang tak tahu aku menyimpannya di mana,tak ada waktu untuk mencarinya dan aku pun meminjam tas kepada Ahmad.
“Mad,aku pinjam tas ya!!”
“iya,,silahkan,hati-hati di jalan ya ,Thi!!
“Yee,yang hati-hati harusnya sopirnya.hehehe”
“Dasar kau ,Thi jayus tau ga.haha..semoga ga terjadi apa-apa kawan.”
“yap,moga saja kawan,do’akan saya,assalmu’alaikum.”
“Wa’alaikumussalam.”
Aku bergegas pergi menuju tempat parkir dan menghampri uwak.
“Ayo , Wa pergi!!”
“Ayo!!” lalu kami pun pergi dan benar sekali uwak tidak mengada-ngada di mobil ada teteh yang sedang duduk manis,di perjalanan pun kami berdua berbincang-bincang canda tawa pun hadir . keadaan di dalam mobil sangat lah sepi,semuanya tidur dan teteh pun ikut tidur hanya aku yang terbangun dn tidak bisa tidur.Tak lama kemudian terdengar suara panggilan masuk di hp nya uwak,uwak pun menerimanya,terdengar oleh ku percakapannya.
“Wa’alaikumussalam,masih di Subang nih,macet total.”
“Fathi udah di jemput,nih lagi ada di mobil,emang kenapa ,Kang?” ternyata itu dri bapakku.
“Udah di kuburin??trus gimana Fathinya?” tiba-tiba saja uwak mengeluarkan air mata dan siapa yang meninggal?masih ku pertanyakan dalam hati,aku pun ikut mengeluarkan air mata begitupun semua orang yang ada di dalam mobil itu uwak pun menyodorkan hp nya kepadaku.
“Thi,ini yang sabarnya” suaranya terisak.
Aku pun menerima teleponnya dan mendengarkan suara bapak.
“Thi,yang sabar ya!!”
“Kenapa ,Pak?siapa yang meninggal?” tangis pun semakin menjadi-jadi.
“Adik kamu Shofi dia udah ga ada ,Thi udah ninggalin kita semua dia udah mendahului kita,maaf ya Thi kita ga bisa nunggu kamu lama-lama,kasian jasad adek kamu,ikhlaskan ya Thi biar adik kamu tenang di alam sana.”
Aku tak menjawabnya lagi,air mata tak kuasa ku bendung ,aku tak sanggup mengucapkan sepatah kata lagi,semuanya tak berarti lagi aku menangis pun tak ada gunannya karna takkan bisa membuat Shofi kembali lagi ke dunia ini ,aku teringat saat masa-masa bersamanya.Aku sering bertengkar ,itu yang sangat ku sesali dan senyum nya yang tak akan ku lu pakan.aku tak sempat melihat wajah terakhirnya,tak sempat melihat indah wajahnya .Aku tak tahan sepertinya aku ingin loncat dari mobil dan bisa menyusul Shofi.Aku teringat mimpi siang tadi,ternyata mimpi itu memang kenyataan dan celana putih ku yang jatuh saat menjemur tdi,ternyata itu bertepatan dengaan hembusan terakhir nafas adik ku,danku teringat kembali firasat-firasat buruk yang selama ini aku rasakan.KIni kau telah tiada,telah kembali kepada pemiliknya.Dan batu nisan dalam mimpi itu benar tanggal di mana kau telah tiada.
Selamat jalan adik ku tersayang,tidurlah yang lelap,moga kau betah di alam sana…
SHOFIURRAHMAN 18.9.97-12.6.09 MEMORI YANG TAK AKAN PERNAH KU LUPAKAN…
SELAMANYA